Definisi Kafir Menurut Penceramah Internasional Muslim

Bagi kaum Muslim, sebutan kafir bukanlahhal yang asing. Istilah ini juga disebutkan dalam Al-Qur’an untuk menunjukkan golongan orang yang tidak bersedia menerima Islam ataupunkaum selain kaum Muslim.Definisi kafir ini juga masih dipelihara hingga saat ini, terutama di Indonesia yang merupakan negara mayoritas umat Islam.

Belakangan, sebutan kafir di Tanah Air dirasa memberikan konotasi yang negatif lantaran dinilai merendahkan golongan lain selain golongan Muslim. Parahnya lagi, dalam berbagai acara, seringkali penyebutan kata kafir semacam ini juga bernada kebencian, dengan penekanan intonasi berlebihan hingga mendorong untuk melakukan perbuatan yang tidak seharusnya dilakukan di negara yang berdasar Pancasila.

Dr Zakir Naik yang merupakan seorang da’i, pembicara umum, dan penceramah internasional Muslim asal India yang juga menulis banyak hal tentang Islam menjelaskan mengapa istilah kafir ini digunakan dalam Islam. Menjelaskan tentang istilah ini, maka perlu dilakukan penelusuran definisi kata kafir yang secara bahasa artinya adalah orang yang ingkar (kufr).

Dalam terminologi Islam, orang kafir artinya adalah orang yang menyembunyikan ataupun mengingkari kebenaran Islam. Orang kafir juga disebut sebagai orang yang menolak Islam. Sementara dalam bahasa Inggris, orang-orang tersebut disebut dengan sebutan non-muslim.

Menurut pandangannya, orang yang merasa terhina atas sebutan kafir tersebut berarti ia tidak memahami definisikafir dalam terminologi Islam dan tidak berminat untuk memperluas wawasannya. Apabila seseorang tersebut mengetahui arti kata kafir dalam ilmu istilah Islam, orang tersebut tidak akan merasa terhina atau bahkan tersinggung sedikitpun. Bahkan ia akan lebih menghargai Islam melalui sudut pandang yang tepat.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebenarnya istilah kafir oleh kaum Muslim bukanlah sebutan yang bertujuan menghinakan umat agama lain. Dalam perspektif Islam, kata kafir ditujukan bagi mereka yang tidak bersedia, menghindari atau mengingkari dakwah Islam. Dan logikanya, seorang da’i akan menghormati pemeluk agama lain dan tidak memaksakan dakwahnya kepada umat agama lain.

Dan jelas penggunaan istilah tersebut sama sekali tidak untuk menghinakan umat agama lain. Islam sendiri mengajarkan tentang saling menghormati dan menghindari perpecahan serta permusuhan. Maka sudah seharusnya bagi Muslim di Indonesia sendiri serta para pemuka agamanya menggunakan istilah kafir ini dengan sebagaimana mestinya, sesuai dengan maknanya tanpa harus merendahkan.